Skip to content

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Penyebab Utama Kematian!

3294hal16_pnanganan_boyo1.jpgSaat melihat ada kecelakaan, perhatian utama biasa tertuju pada korban yang berdarah-darah dan tampak parah dan berteriak kesakitan. Padahal, penyebab utama kematian justru bukan pendarahan. Tetapi tersumbatnya pernafasan. Tersumbatnya jalur nafas dalam waktu sebentar langsung berakibat fatal, yaitu kematian. Maka prioritas perhatian kita saat menolong, harus mengecek dahulu apakah korban mengalami gangguan jalur penafasan atau tidak. Baru lihat lainnya.

Menurut Asti Puspitarini Amk, S.Sos, MMTr, paramedis YAGD 118, Jakarta, ciri tersumbatnya saluran pernafasan cukup jelas. “Tersumbatnya saluran nafas terjadi antara mulut dan kerongkongan. Bisa terjadi karena pendarahan. Cirinya seperti orang tersedak. Jadi mau nafas enggak bisa,” terangnya.

Sebenarnya, selain karena pendarahan, tersumbatnya saluran nafas bisa karena makanan atau lidah yang jatuh ke belakang. “Seperti orang yang tidur ngorok, kan kadang tiba-tiba kayak berhenti, srok, gitu. Lalu terdiam, lalu bunyi lagi. Nah, itu lidahnya jatuh ke belakang, ” tambahnya.

Bedanya, pada orang yang sadar, itu bisa diatasi, misal dengan miringkan badan atau bergerak. “Nah, pada korban yang enggak sadar, itu kan bisa bahaya. Karena jalur nafas tertutup. Sementara dia enggak sadar, maka risiko yang berakibat pada kematiannya sangat tinggi,” papar perempuan ramah ini.3295hal16_pnanganan_boyo2.jpg

Jika kita menemukan hal itu pada kecelakaan, maka ada langkah darurat yang bisa dilakukan. Yaitu dengan memiringkan badan korban. “Istilahnya Log roll. tetapi, ingat, cara memiringkannya harus diperhatikan. Seirama seluruh badan. Jangan cuma kepala doang. Karena, takutnya ada cedera di leher, tempat susunan syaraf. Kesalahan itu malah berakibat kematian,” ingat ibu berkulit putih ini.

Jika penyebabnya adalah karena tersumbat cairan darah, dan sudah ditangani medis, maka biasanya akan dilakukan penyedotan dengan alat khusus.

Kalau tersedaknya karena makanan dan dalam kondisi sadar, bisa dilakukan heimleich. Yakni mendorongkan perut ke kursi atau meja.

“Kalau kita menemukan kasus seperti itu misal ada teman yang tersedak, kita bisa berdiri di belakang, lalu tangan kita dihentakan di perutnya sampai makanan yang menjadi sumber kesedak keluar. Tapi itu untuk yang tersedak. Kalau korban kecelakaan kan tidak bisa begitu,” lanjut Asti, panggilan akrabnya.

Itu tadi risiko pertama penyebab kematian pada kecelakaan. Risiko kedua yang juga bisa berujung korban meninggal dunia adalah terganggunya saluran nafas. Terganggu loh, bukan tersumbat. “Misal, nafas sesak atau tersengal-sengal. Kita harus perhatikan dari mana hal itu berasal. Misal dari dada yang tertekan atau sebab lain,” tambahnya.

Baru deh, risiko yang ketiga dalam kecelakaan yang menyebabkan kematian. Yaitu, terganggunya sirkulasi peredaran darah.

“Terjadinya pendarahan atau luka parah yang menyebabkan korban mengeluarkan darah sangat banyak, termasuk dalam katagori ini. Otomatis, sirkulasi peredaran darah korban kan jadi terganggu. Jika dibiarkan dalam waktu lama, itu juga akan berakibat kematian,” papar Asti yang murah senyum ini.

CEDERA LEHER

Perhatian pada cedera sekitar leher juga salah satu cara menghindari penanganan yang berakibat fatal dalam kecelakaan. Saat kita akan melakukan penanganan pertama pada kecelakaan, pastikan kondisi sekitar leher, atas atau bawahnya.

“Leher adalah tempat susunan syaraf. Jika terjadi cedera di situ dan cara mengangkat korban sembarangan, justru akan berakibat fatal,” ingat Asti.

Jika ada memar, luka atau pendarahan di sekitar leher, maka jangan pernah untuk mengangkat kepala, atau membuka asal helm. “Ada caranya, jika tidak yakin bisa, mendingan hubungi pihak yang terkait, bisa dokter, paramedis pemadam kebakaran atau orang-orang yang paham,” ucap perempuan yang rajin mengajar ke berbagai daerah ini.

Paling aman, sebelum diangkat, korban diberi stineboard, alias papan pelindung bagi leher, yang menahan posisi leher tetap stabil tidak bergerak-gerak. Hal ini yang paling sering terjadi di jalanan. Saat ada korban kecelakaan, orang buru-buru mengangkatnya ke pinggir atau ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Padahal, belum dicek benar kondisinya. Jangan sampai, niatan tulus ingin cepat menolongnya justru menjadi penyebab kematiannya. Nah, agar terhindar dari hal itu, maka, dari sekarang kita harus memahami.

“Ingat, jika korban ada pendarahan atau memar atau tanda cedera lainnya di sekitar leher, maka jangan sampai sembarangan ngangkat korban. Harus dalam satu kesatuan dan stabil,” wanti Asti.

Berkaitan dengan sumber kematian pertama yaitu tersumbatnya saluran nafas yang harus memiringkan badan korban agar darah atau cairan enggak menutup kerongkongan, maka mesti hati-hati cara melakukannya. “Takutnya, saat kita mengantisipasi penyebab kematian utama, tetapi karena memiringkannya kepalanya bergerak dan dia ada cedera di kepala, malah akhirnya jadi fatal deh,” terangnya.

Paling aman, jika ketemu kecelakaan, jangan buru-buru angkat, tapi pahami dulu. Lalu, siapkan alat bantu yang memungkinkan. Makanya, stineboard tampaknya memang jadi alat bantu penting dalam peralatan P3K. Kita tahu, jarang banget deh, yang siapkan stineboard. Padahal, sewaktu-waktu dibutuhkan alat bantu yang sangat berguna ini susah didapat.

Jangan sampai, karena menunggu stineboard yang umumnya dimiliki paramedis, lalu korban dibiarkan lama dalam pendarahan, itu tentunya juga bahaya. Atau bertindak gegabah dengan melakukan tindakan pertama yang salah, juga musti tetap dihindari.

Idealnya sih, setelah diperhatikan seksama kondisi korban, dan segeralah bertindak sesuai kemampuan penanganan pertama yang dimiliki. Paling aman, jika kondisi sudah terlalu parah dan tidak ada alat penanganan pertama yang memang diperlukan, hubungi petugas medis terdekat. Serahkan pada ahlinya. Jangan lakukan pertolongan yang malah bisa menyebabkan kematian.

Penulis/Foto : Chuenk/Boyo (From Motorplus-online http://www.motorplus-online.com/index.php/article/detail/id/1419 )

2 Komentar leave one →
  1. gondrong permalink
    14 Januari 2010 12:16

    klo bagi yg suka turing ap saja yg perlu dipersiapkan ?

    • 23 Januari 2010 13:58

      dikutip dari http://kokijatim.blogspot.com

      PANDUAN TOURING GROUP DAN PERSIAPANNYA

      Para peserta touring diharapkan mempersiapkan kondisi kendaraan se-MAKSIMAL
      mungkin. Minimal persyaratan safety kendaraan harus sudah terpenuhi.

      Peserta diwajibkan untuk mengisi FULL tangki bahan bakar sebelum keberangkatan sehingga tidak mengganggu kelancaran perjalanan awal.

      Metoda blocking di lampu merah, pesimpangan jalan agar peserta konvoi tidak
      terputus, diwajibkan tidak terjadi sama sekali dalam touring.
      Petugas harus ber-koordinasi bila harus memecah barisan dalam dua kelompok atau
      jumlah yang lebih kecil, untuk nantinya kembali bersatu di areal yang
      dinilai aman dan tidak mengganggu mobilitas lain di jalan raya.

      HAL2 PENTING YG HARUS DI PATUHI PETUGAS & PESERTA TOURING

      KONDISI FISIK
      1. Diharapkan seluruh peserta touring dalam kondisi SEHAT.
      2. Dianjurkan sudah melakukan pemanasan tubuh sebelum mengendarai motornya.
      3. Dianjurkan CUKUP ISTIRAHAT sebelum keberangkatan touring .
      4. Dianjurkan untuk makan makanan yg bergizi, yg mengandung karbohidrat dan protein
      sebelum keberangkatan turing, demi menjaga kondisi tetap prima pada saat perjalanan.
      5. Dianjurkan untuk minum minuman suplemen penambah tenaga agar kondisi
      tetap terjaga dan tidak mengantuk selama perjalanan.

      PERLENGKAPAN DIRI
      1.Pakaian dan peralatan pribadi
      a. Baju dan Celana ganti.
      b. Baju hangat/sweater.
      c. Sarung/Sleeping Bag/Matras.
      d. Kaos kaki cadangan.
      e. Peralatan MCK (handuk, sabun, sikat gigi, pasta, dll.)

      2. Perbekalan
      a. Makanan kecil/snack/roti.
      b. Air mineral/suplemen.

      3. Peralatan Penunjang
      a. Senter
      b.Kantong plastik secukupnya
      c. Tali secukupnya
      d. Solatip/lagban
      e. Gunting
      f. Pisau cutter.

      4. Surat-surat (diri dan kendaraan)
      a. SIM
      b. STNK
      c. KTP
      d. dll

      5. Peralatan Pengendara (Standar Safety Riding)
      a. Helm (Half/Full Face)
      b. Sepatu menutupi mata kaki.
      c. Jaket touring.
      d. Sarung tangan (dianjurkan yg full finger)
      e. Jas hujan (bukan ponco)
      f. Rompi/Body protector
      g. Balac/Kupluk
      h. Arm & Knee Protector

      PERSIAPAN KENDARAAN
      1. Fungsi STANDAR kelengkapan motor harus tetap terpasang dan berfungsi.
      a. Kaca spion kanan – kiri.
      b. Klakson.
      c. Lampu Depan, lampu sein, lampu rem
      d. Spatbor (jika perlu diberi tambahan)
      e. Ban (depan min. ukuran 2.50, belakang min. ukuran 2.75)
      f. Speedo meter, indikator bensin, dll.

      2. Motor sudah di TUNE-UP, minimal seminggu sebelum keberangkatan
      touring.
      a. Stel klep Rx King tdk Perlu.
      b. Setting dan Clean Karburtaor + saringan.
      c. Ganti oli.
      d. Cek busi.
      e. Cek kopling.
      f. Cek rantai keteng.
      g. Cek spul dan magnet.

      3. Periksa ketinggian air ACCU.
      4. Cek CDI, Coil, Kiprok.
      5. Cek kanvas REM.
      6. Minyak rem (untuk rem cakram).
      7. Cek tekan angin pada BAN dan kelayakannya.
      8. Cek VELG.
      9. Cek KELISTRIKAN/lampu dan kabel2 penunjang,
      a. Sekering.
      b. Lampu malam (jauh/dekat).
      c. Lampu senja.
      d. Lampu rem.
      e. Lampu sein.
      f. Lampu indikator.
      g. Lampu Aksesories.
      h. socket2 kabel dan relay (bersih dan tidak berkerak).
      i. kabel2 dalam keadaan baik.

      10. Cek fungsi SWITCH/tombol2 pd stang.
      11. Cek ketegangan RANTAI.
      12. Cek dan kencangkan semua BAUT yg terpasang pd motor.

      PERALATAN PENUNJANG (wajib)
      1. Tool kits (standar).
      a. Kunci pas/ring.
      b. Kunci Busi.
      c. Tang.
      d. Obeng plus/min.
      e. Kunci inggris.
      2. Baut, mur, ring (cadangan).
      3. Bola lampu (cadangan)
      4. Sekering (cadangan min. 2 buah).
      5. Busi (cadangan).
      6. Tali kopling (cadangan).
      7. Kabel (cadangan).
      8. Lap/kain.

      PERALATAN PENUNJANG (tidak wajib)
      1. Oli
      2. Air accu
      3. Ban dalam
      4. Chain lube/WD40
      5. Tip-top
      6. Ampelas
      7. Power glue

      **********

      TATA TERTIB

      Seluruh peserta turing di harapkan hadir 3~2 jam sebelum keberangkatan,
      agar bisa mengikuti briefing pelaksanaan tata tertib ketentuan dalam
      perjalanan, juga agar bisa dilakukan pengecekan/scruiting kendaraan seluruh
      peserta,serta persiapan2 lainnya.

      TATA TERTIB PESERTA TURING
      1. Mematuhi peraturan Lalu Lintas.

      2. Diharapkan tidak bercanda/ngobrol dengan sesama peserta (apabila tidak
      diperlukan).

      3. Tidak di perbolehkan melakukan manouver2 yg sekiranya membahayakan diri
      sendiri, peserta lain juga pengguna jalan lain.
      4. Saling menghormati dengan sesama pengguna jalan.
      a. Tidak berbuat arogan dan meng-intimidasi pengguna jalan lain.
      b. Memberi kode dan isyarat dgn sopan ketika meminta jalan, juga jangan lupa memberi ucapkan terima kasih sesudahnya dengan mengacungkan jempol.

      5. Mengikuti semua petunjuk dari Road Captain (RC), serta wajib meneruskan
      semua petunjuk tadi ke seluruh barisan hingga barisan yg paling belakang.
      a. Kode tangan (Hand Code)
      b. Kode kaki (Foot Code)

      6. Peserta touring wajib mentaati perintah dari petugas touring (RC, Blocker,
      Sweeper)

      7. Tidak menyalakan/membunyikan sirene atau klakson secara terus menerus
      selama lm perjalanan, kecuali pada saat2 yg memang sangat diperlukan.

      8. Tidak boleh sambil merokok selama berkendara.

      9. Tidak menggunakan/dalam pengaruh obat2an.

      Demikian penjelasan tentang persiapan dan tatib touring yg wajib dimengerti
      dan dipatuhi Oleh semua petugas dan peserta Touring.
      DEMI KENYAMANAN DAN KESELAMATAN SELURUH PESERTA TOURING,dengan berat
      hati tidak mengijinkan peserta yang tidak memenuhi kriteria keselamatan
      berkendara yang sudah di sebutkan diatas untuk mengikuti touring.

      Mari kita Kampanye-kan Disiplin Berkendara, Tertib Lalin dan menghormati
      sesama pengguna jalan.

      Mari kita minimalkan resiko kecelakaan yg mungkin terjadi.

      Mudah2an semua itu bisa mengangkat citra bikers di masyarakat pada umumnya,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: